Asiarcfirmansyah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Resensi film Valkryie

Operasi Valkyrie adalah suatu operasi untuk pengambil alih kekuasaan, yaitu sebuah operasi pemerintahan bayangan untuk meredam kekacauan di Jerman sekiranya Adolf Hitler terbunuh dalam Perang Dunia II. Operasi ini disetujui oleh Hitler sebagai bentuk tindakan darurat yang melegitimasi angkatan perang untuk mengambil alih kekuasaan. Operasi ini dijalankan hanya jika Hitler tewas, dan demi keamanan negara, militer berhak mengambil alih kekuasaan. Namun, operasi itu dimanfaatkan untuk mengkudeta Hitler.

Film “Valkyrie“ diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada 20 Juli 1944. Pada waktu itu beberapa petinggi militer Jerman melancarkan operasi Valkyrie yang bertujuan untuk menjatuhkan rezim Hitler. Namun sayang operasi itu gagal, bom yang diledakkan oleh Kolonel Claus Graf Schenk von Stauffenberg (Tom Cruise) hanya melukai lengan Hitler. Setidaknya ada 15 kali usaha pembunuhan terhadap Adolf Hitler, namun semuanya gagal termasuk operasi militer Valkyrie ini. Rupanya Hitler hanya boleh mati lewat angannya sendiri, 9 bulan setelah usaha kudeta ini.

Dikisahkan bahwa Count Claus Schenk Graf von Stauffenberg adalah seorang parjurit yang baik dan cinta bangsa dan tanah airnya. Statusnya sebagai tentara Jerman yang telah bersumpah setia-abadi kepada sang Führer, Adolf Hitler (David Bamber), tak membuat Kolonel Stauffenberg menjadi buta terhadap kekejaman yang dilakukan Hitler. Stauffenberg adalah anak seorang bangsawan Bavaria yang masuk dinas militer Jerman sejak 1926. Pada tahun 1943, saat bertempur di front PD II di Tunisia-Afrika bersama Divisi Panser ke-10, ia kehilangan mata kiri, tangan kanan, dan dua jari tangan kirinya. Dalam berbagai pertempuran yang telah ia jalani, Stauffenberg mulai menyadari bahwa Hitler sebenarnya sedang membawa Jerman ke jurang kehancuran. Stauffenberg sadar bahwa Hitler bukan hanya musuh bagi dunia, tetapi ia adalah musuh bagi Jerman sendiri.

Meskipun Adolf Hitler dipandang seperti “dewa”, namun tidak semua orang Jerman setuju dan mencintai Hitler, ada golongan-golongan bahkan kalangan Militer yang tidak setuju pada kebijakan-kebijakan Hitler. Sekelompok elit politik dan petinggi militer Jerman menyusun siasat untuk memberontak pada Hitler, “kelompok” semacam ini dikenal dengan sebutan “The German Resistance“. Kalangan militer yang tergabung di sana, pangkat mereka beragam, dari letnan hingga jenderal. Pada saat Kolonel Stauffenberg mengalami cedera di Tunsia, diceritakan dalam film itu terjadi percobaan pembunuhan yang ke sekian kalinya kepada Hitler tengah bergulir. Namun seperti yang sudah-sudah, rencana itu selalu gagal.

Setelah kepulangannya ke Jerman, Kolonel Stauffenberg direkrut oleh kaum pemberontak untuk memulai kembali rencana pembunuhan kepada Hitler. Sebagai orang baru dalam tim konspirator tersebut, Stauffenberg menunjukkan ambisinya untuk mengabisi Hitler. Dalam film ini diceritakan dialah yang memberikan ide penggunaan operasi Valkyrie untuk tujuan kudeta. Ide ini muncul secara kebetulan, di saat yang tidak disengaja, Stauffenberg mendengar komposisi musik Ride of the Valkyries ( Die Walküre/ Walkürenritt), karya Richard Wagner (1813 -1883), dan dia sadar ada sebuah operasi militer bernama Valkyrie yang (menurutnya) dapat digunakan sebagai jalan bagi rencana pembunuhan berikutnya. Maka, rencana pembunuhan yang ke 15 ini rencananya disusun lebih matang dengan ide brilian.

Dalam usaha pembunuhan kepada Hitler ini, Stauffenberg, bekerja sama dengan Mayor Jenderal Henning von Tresckow (Kenneth Branagh) dan Jenderal Friedrich Olbricht (Bill Nighy) dan beberapa elit politik. Namun, mereka harus menghadapi Jenderal Friedrich Fromm (Tom Wilkinson). Sulit untuk membunuh Hitler karena ia dikelilingi orang-orang yang setia dan sangat menjaga keselamatan sang Führer. Akhirnya disusunlah sebuah pemboman di Rastenburg, Prusia Timur (sekarang termasuk wilayah Polandia). Di tempat yang bernama Wolf Lair / Wolfsschanze (sarang serigala) ketika Hitler mengadakan pertemuan untuk membicarakan langkah militer bersama para petingginya. Stauffenberg diikutkan hadir pada pertemuan itu. Pada waktu yang ditentukan, Stauffenberg yang ditemani ajudannya, Letnan Werner von Haeften berhasil meledakan bom yang dikemas didalam sebuah tas kerja dan diletakkan di posisi yang paling dekat dengan Hitler. Setelah bom itu meledak dan Stauffenberg mengasumsikan Hitler tewas, ia segera menghubungi Jenderal Olbricht untuk segera mengaktifkan operasi Valkyrie.

Sayang sekali, Hitler yang diharapkan tewas hanya mengalami cedera kecil dalam ledakan itu. Dan tak lama kemudian segera tercium upaya kudeta. Jaringan “The German Resistance” menjadi incaran tentara yang setia kepada Hitler. Otomatis usaha kudeta dengan menggunakan Operasi Militer Valkyrie ini gagal, kepanikan terjadi di kelompok pemberontak. Kegagalan usaha kudeta ini juga karena kurangnya dukungan faktor alat komunikasi yang sangat berperan penting untuk kesuksesan misi tersebut. Kekuasaan tidak cukup hanya dengan “moncong senjata”, tetapi juga penguasaan jalur komunikasi. Ketika jalur komunikasi ditutup, mereka langsung lumpuh. Josef Goebbels (yang menjabat sebagai ‘Menteri informasi’), ia adalah salah seorang yang paling setia kepada Hitler, pada hari itu juga memerintahkan stasiun radio mengabarkan bahwa Hitler selamat dalam percobaan pembunuhan. Informasi melalui siaran radio ini sangat memberi dampak bagi orang-orang yang masih pro Hitler dan para pemberontak.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: