Asiarcfirmansyah's Blog

Just another WordPress.com weblog

Resensi Film Balibo

Pada saat Indonesia mempersiapkan untuk menyerang bangsa kecil Timor Timur, lima wartawan Australia berdasarkan hilang.

Empat minggu kemudian, koresponden veteran asing Roger East adalah terpikat ke Timor Timur José Ramos oleh muda dan karismatik Horta untuk menceritakan kisah tentang negaranya dan menyelidiki nasib orang-orang hilang. Sebagai tekad Timur untuk mengungkap kebenaran tumbuh, ancaman invasi mengintensifkan dan persahabatan tidak berkembang antara wartawan asing terakhir di Timor Timur dan orang yang akan menjadi Presiden.

BALIBO adalah sebuah thriller politik yang menceritakan kisah nyata tentang kejahatan yang telah ditutup selama lebih dari tiga puluh tahun terakhir.

Film Balibo ini mengisahkan usaha wartawan senior Australian Associated Press (AAP) Roger East (Anthony LaPaglia) untuk mencari lima koleganya yang menghilang di Balibo, Timor Leste. Awal film berjalan lambat dimulai dari pertemuan Roger dan Jose Ramos Horta (Oscar Isaac) muda di Darwin, Australia.

Horta mengajak Roger ke Timor Leste untuk meliput konflik yang terjadi. Sedangkan Roger ingin mencari lima wartawan yang hilang. Horta pun menemani Roger berjalan kaki dari Dili menuju Balibo. Di tengah jalan, mereka bertemu sejumlah gerilyawan Fretilin yang mereka tanyai soal keberadaan para wartawan Australia.

Pencarian Roger dan Horta diselingi dengan adegan kilas balik saat lima wartawan Australia meliput ke Balibo. Kondisi Balibo yang berbahaya membuat Horta tidak meneruskan perjalanan. Roger pun dipandu seorang gerilyawan Fretilin.

Tensi film pun naik menjelang akhir. Lima Wartawan Australia yang ngotot mengambil gambar, terjebak dalam baku tembak antara Fretilin dan pasukan tentara yang berpakaian sipil. Tidak dijelaskan mereka berasal dari TNI atau kesatuan apa. Namun, pasukan tentara itu digambarkan bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia.

Yang jelas, memang digambarkan sosok seorang kapten dari pasukan berbaju sipil itu. Sang pemimpin pasukan digambarkan agak tua, bertopi dan kemeja serta memakai tas selempang. Saat seorang wartawan menyerahkan diri, sang kapten malah menembak kepalanya.

Adegan selanjutnya pun berdarah-darah. Para wartawan yang tersisa dibantai di dalam rumah persembunyiannya. Adegan ditutup dengan jenazah para wartawan ini ditumpuk dan dibakar di dalam rumah. Roger yang datang empat minggu kemudian hanya menemukan bercak darah yang mengering.

Di akhir film, digambarkan pasukan tentara menyerbu Dili. Apakah pasukan tentara itu TNI? Dalam film itu, seragam loreng mereka berbeda dengan seragam loreng TNI. Ditampilkan pula sekilas sejumlah personel berbaret merah berwajah Indonesia. Mereka membawa rakyat Dili ke sebuah dermaga, termasuk Roger yang sudah dipukuli. Rakyat Dili ini pun dibantai di dermaga. Roger pun ikut ditembak dan dibuang ke laut.

Sepanjang film, memang tidak ditampilkan lambang-lambang TNI. Kata-kata seperti misalnya “tentara Indonesia”, hanya muncul dalam dialog tokoh-tokoh film tersebut.

Film ini pun ditutup dengan kumpulan foto dan klip berita kemerdekaan Timor Leste serta kembalinya Horta ke Bumi Loro Sae itu. Sebuah tulisan pun menutup film Balibo, “Hingga saat ini para pelaku belum bisa dijerat secara hukum.”

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: